Minggu, 15 Juni 2014

Manajemen Kelas dan Ruang Lingkupnya

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kelas merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku, dan emosi yang berberda-beda.
Pengelolaan kelas atau manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan berbagai faktor. Masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian mungkin sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2013. Dimana manajemen kelas dilakukan tidak lain untuk meningkatkan dan mempertahankan semangat siswa balam belajar baik secara kelompok maupun secara individu.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan manajemen kelas?
2.      Sebutkan tujuan dan ruang lingkup dari manajemen kelas!
3.      Bagaimanakah Perencanaan Pembelajaran menurut Kurikulum 2013?
4.      Persyaratan apa sajakah dalam pengolahan kelas?
5.      Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum 2013?
6.      Bagaimana Penilaian hasil dan proses pembelajaran serta pengawasan proses pembelajaran?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen kelas.
2.      Mengetahui tujuan dan ruang lingkup dari manajemen kelas.
3.      Mengetahui Perencanaan Pembelajaran menurut Kurikulum 2013.
7.      Mengetahui persyaratan dalam pengolahan kelas.
4.      Mengetahui pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum 2013.
5.      MengetahuiPenilaian hasil dan proses pembelajaran serta pengawasan proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Manajemen Kelas Menurut Beberapa Ahli:
 Manajemen kelas adalah merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasan kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah: sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif Johson dan Bany, (1970).
Manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan belajr mencapai tujuan belajar secara efesien atau memungkinkan pesrta didik belajar dengan baik. Adnan Sulaeman(2009)
Manajemen kelas adalah mengacu pada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif Adnan sulaeman, (2009) Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif yang menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan. Ahmad Sulaiman, (1995)
Sedangkan Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran (Muliyasa,2006).
Dari beberapa pendapatdiatas dapat disimpulkan bahwa Manajemen kelas adalah  kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efesien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa.


B.       Tujuan Menejemen Kelas
1.         Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.         Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.         Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional  dan intelek siswa dalam belajar.
4.         Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social,ekonomi,budaya,serta sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).
Tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan kkdengan tenang, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin dan membentuk prilaku berbudaya dan berakhlak mulia.
C.      Ruang Lingkup Manajemen Kelas
1.      Manajemen kurikulum
Kurikulum adalah suatu cakupan kerja yang dugunakan oleh seorang guru sebagai pedoman yang akan dicapai didalam proses belajar mengajar. Jadi manajemen kurikulumadalah sebuah perencanaan  atau pengarahan untuk menyelesaikan kurukulum tersebut.
2.      Manajemen peserta didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia baik dari jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Jadi, manajemen peserta didik adalah suatu proses kegiatan yang rencanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti PBM dengan efektif dan efesien , UUSPN (2003 )
3.      Kegiatan akademik dikategorikan sebagai kegiatan PBM (teaching), diantaranya membuat persiapan sebelum mengajar, melaksanakan pengajaran yang telah dipersiapkan, damn menilai sejauh mana pelajaran yang sudah disajikan itu berhasil dan dikuasai peserta didik.
4.      Kegiatan administratif dikategorikan  sebagai kiegiatan "non teaching" sebagai kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan guru bagi kelancaran mengajarnya seperti kegiatan-kegiatan procedural, dan kegiatan organisasional.
Manajemen kelas memiliki ruang lingkup yang dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
1.      Fisik, pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik mencakup pengaturan siswa dalam belajar, ruang belajar, dan perabot kelas.
2.      Non fisik pengelolaan kelas yang memfokuskan pada aspek interaksi siswa dengan siswa lainnya, siswa dengan guru dan lingkungan kelas atau sekolahnya sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Atas dasar ini aspek psikologis, social, dan hubungan interpersonal perlu diperhatikanImam gunawan (2009), 
D.      Perencanaan Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013
1.         Desain pembelajaran
Perencanaan  pembelajaran dirancang  dalam  bentuksilabus danrencana  pelaksanaan pembelajaran  (rpp)  yang  mengacu  pada  standar isi. Perencanaan  pembelajaran  meliputi  penyusunan  rencana  pelaksanaan pembelajaran  dan  penyiapan  media  dan  sumber  belajar,  perangkat penilaian  pembelajaran,  dan  skenario  pembelajaran. Penyusunan silabus dan  RPP  disesuaikan pendekatan  pembelajaran  yang digunakan.
a.    Silabus
Silabus  merupakan acuan penyusunan  kerangka  pembelajaran  untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
1.        Identitas  mata  pelajaran  (khusus smp/mts/smplb/paket bdan sma/ma/smalb/smk/mak/paket c/ paket c kejuruan);
2.        Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas
3.        Kompetensi inti,
Merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap,  pengetahuan,  dan keterampilan  yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
4.        Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap,  pengetahuan,  dan  keterampilan  yang  terkait  muatan  atau mata pelajaran
5.        Tema (khusus sd/mi/sdlb/paket a)
6.        Materi pokok, memuat fakta,  konsep,  prinsip,  dan  prosedur  yang relevan,  dan  ditulis  dalam  bentuk  butir-butir  sesuai  dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
7.        Pembelajaran,yaitu kegiatan  yang  dilakukan  oleh  pendidik  dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan
8.        Penilaian,  merupakan  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi  untuk  menentukan  pencapaian  hasil  belajar  peserta didik.
9.        Alokasi waktu sesuai  dengan  jumlah  jam pelajaran dalam  struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun.
10.    Sumber belajar,  dapat  berupa  buku,  media  cetak  dan  elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Silabus  dikembangkan berdasarkan standar  kompetensi  lulusan dan standar  isi  untuk  satuan  pendidikan  dasar  dan  menengah  sesuai dengan  pola  pembelajaran  pada  setiap  tahun  ajaran  tertentu.silabus digunakan  sebagai  acuan  dalam  pengembangan  rencana  pelaksanaan pembelajaran.


b.    Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Rencana  pelaksanaan  pembelajaran  (RPP)  adalah  rencana  kegiatan pembelajaran tatap  muka  untuk  satu  pertemuan  atau  lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta  didik  dalam  upaya  mencapai kompetensi dasar  (KD).  Setiap pendidik pada  satuan  pendidikan  berkewajiban  menyusun  rpp  secara lengkap  dan  sistematis  agar  pembelajaran  berlangsung  secara interaktif,  inspiratif,  menyenangkan,  menantang,  efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup  bagi  prakarsa,  kreativitas,  dan  kemandirian  sesuai  dengan bakat,  minat,  dan  perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta didik.rpp  disusun berdasarkankd  atau  subtema yang  dilaksanakan dalamsatu kali pertemuan atau lebih.  Komponen rpp terdiri atas:
1)        Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
2)        Identitas mata pelajaran atau tema/ subtema
3)        Kelas/semester
4)        Materi pokok
5)        Alokasi  waktu  ditentukan  sesuai  dengan  keperluan  untuk pencapaian  KD  dan  beban belajar  dengan  mempertimbangkan jumlah  jam  pelajaran  yang  tersedia  dalam  silabus  dan  kd  yang harus dicapai.
6)        Tujuan  pembelajaran  yang  dirumuskan  berdasarkan  kd,  dengan menggunakan  kata  kerja  operasional  yang  dapat  diamati  dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
7)        Kompetensi dasar dan indicator pencapaian kompetensi.
8)        Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang  relevan,  dan  ditulis  dalam  bentuk  butir-butir  sesuai  dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi.
9)        Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana  belajar  dan  proses  pembelajaran  agar  peserta  didik mencapai  kd yang disesuaikan  dengan  karakteristik  peserta didik dan kd yang akan dicapai.
10)    Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.
11)    Sumber  belajar,  dapat  berupa  buku,  media  cetak  dan  elektronik, alam sekitar,  atau sumber belajar lain yang relevan.
12)    Langkah-langkah  pembelajaran  dilakukan  melalui  tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.
13)    Penilaian hasil pembelajaran.
c.    Prinsip Penyusunan RPP
Dalam  menyusun  rpp  hendaknya  memperhatikan  prinsip-prinsip sebagai berikut.
1)        Perbedaan individual peserta  didikantara  lain  kemampuan  awal, Tingkat  intelektual,  bakat,  potensi,  minat,  motivasi belajar, Kemampuan  sosial,  emosi,  gaya  belajar,  kebutuhan  khusus, Kecepatan  belajar,  latar  belakang  budaya,  norma,  nilai,  dan/atau Lingkungan peserta didik.
2)        Partisipasi aktif peserta didik.
3)        Berpusat pada  peserta  didik  untuk  mendorong semangat  belajar,Motivasi,  minat,  kreativitas,  inisiatif,  inspirasi, inovasi  dan Kemandirian.
4)        Pengembangan  budaya  membaca  dan  menulisyang  dirancang Untuk  mengembangkan  kegemaran  membaca,  pemahaman Beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5)        Pemberian umpan  balik  dan  tindak  lanjutrpp  memuat  rancangan Program  pemberian  umpan  balik  positif,  penguatan,  pengayaan, dan remedi.
6)        Penekanan  pada keterkaitan  dan  keterpaduanantara kd,  materi Pembelajaran,  kegiatan  pembelajaran,  indikator  pencapaian Kompetensi,  penilaian,  dan  sumber  belajar  dalam  satu  keutuhan Pengalaman belajar.
7)        Mengakomodasi pembelajaran  tematik-terpadu,  keterpaduan  lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8)        Penerapan teknologi  informasi  dan  komunikasisecara  terintegrasi, Sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.pelaksanaan pembelajaran
E.       Persyaratan Pengolahan Kelas Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Pengelolaan kelas berdasarkan kurikulum 2013 yaitu :
1.    Guru  menyesuaikan  pengaturan tempat  duduk peserta  didik  seduai    dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
2.    Volume  dan  intonasi  suara  guru  dalam  proses  pembelajaran  harus    dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
3.    Guru  wajib  menggunakan  kata-kata  santun,  lugas  dan mudah            Dimengerti oleh peserta didik.
4.    Guru  menyesuaikan  materi  pelajaran  dengan  kecepatan  dan   Kemampuan belajar peserta didik.
5.    Guru  menciptakan  ketertiban,  kedisiplinan,  kenyamanan,  dan             Keselamatan  dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
6.    Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan       Hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
7.    Guru  mendorong  dan  menghargai  peserta  didik  untuk  bertanya  dan            Mengemukakan pendapat.
8.    Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
9.    Pada  tiap  awal  semester,  guru  menjelaskan  kepada  peserta  didik     Silabus mata pelajaran; dan
10.               Guru  memulai  dan  mengakhiri  proses  pembelajaran  sesuai  dengan        Waktu  yang dijadwalkan. .
F.       Pelaksanaan Pembelajaran
1.      Pendekatan pembelajaran dalam kurikulum 2013
a)             Pemebelajaran Tematik
Konsep pembelajaran tematik adalah merupakan pengembangan dari pemikiran dua orang tokoh pendidikan yakni Jacob tahun 1989 dengan konsep pembelajaran interdisipliner dan Fogarty pada tahun 1991 dengan konsep pembelajaran terpadu.
Metode pembelajaran tematik adalah metode pembelajaran yang memadukan satu pokok bahasan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki keterkaitan satu sama lain dan dikemas dalam bentuk tema-tema. Dengan pembelajaran terpadu tersebut, guru berperan memadukan dan menyatukan pemahaman / wawasan siswa terhadap sejumlah materi tanpa terkotak-kotak dengan label bidang studi tertentu. Dengan meminimalkan pengotakan antar bidang studi, berarti pengetahuan-sikap-ketrampilan yang diperoleh dari berbagai bidang studi  tidak perlu dikemas dalam paket-paket yang saling terpisah.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tama tertentu, dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh, tema ”Air” dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, kimia, biologi dan matematik. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa, agama dan seni. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada peserta didik untuk memunculkan dinamika dalam proses pembelajaran. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan pengahayatan secara alamiah tetang dunia di sekitar mereka.  Karakteristik pembelajaran tematik yaitu:
1.        Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
Pembelajaran tematik dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, karena pada dasarnya pembelajaran tematik merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasan pada peserta didik baik secara individu maupun kelompok.Peserta didik dapat aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2.        Belajar melalui pengalaman lansung.
Pada pembelajaran tematik diprogramkan untuk melibatkan peserta didik secara lansung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan peserta didik belajar dengan melakukan kegiatan secara lansung. Sehingga peserta didik akan memahmi hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami, bukan sekadar informasi dari guru. Pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin dicapai.Sedangkan peserta didik sebagai actor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
3.        Lebih memperhatikan proses dari hasil semata.
Pada pembelajaran tematik dikembangkan pendekatan discoveri inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan melibatkan hasrat, minat, dan kemampuan peserta didik, sehingga dimungkinkan peserta didik  termotivasi untuk belajar terus menerus.
4.        Sarat dengan muatan keterkaitan.
Pembelajaran tematik memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga dimungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.
b)        Pendekaan Scientific
Pendekatan ilmiah berarti konep dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang  melandasi penerapan metode ilmiah.
Pengertian penerapan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran tidak hanya fokus pada bagaimana mengembangkan kompetensi siswa dalam melakukan observasi atau eksperimen, namun bagaimana mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir sehingga dapat mendukung aktivitas kreatif dalam berinovasi atau berkarya. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran harus memenuhi  tiga prinsip utama; yaitu:
·           Belajar siswa aktif, dalam hal ini  termasuk inquiry-based learning atau belajar berbasis penelitian, cooperative learning atau belajar berkelompok, dan belajar berpusat pada siswa.
·           Assessment berarti  pengukuran kemajuan belajar siswa yang dibandingkan dengan target pencapaian tujuan belajar.
·           Keberagaman mengandung makna bahwa dalam pendekatan ilmiah mengembangkan pendekatan keragaman.  Pendekatan ini membawa konsekuensi siswa unik, kelompok siswa unik, termasuk keunikan dari kompetensi, materi, instruktur, pendekatan dan metode mengajar, serta konteks
Langkah-langkah pembelajaran scientific meliputi:
Adapun penjelasan dari diagram pendekatan pembelajaran scientific (pendekatan ilmiah) dengan menyentuh ketiga ranah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
·           Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.”
·           Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”.
·           Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.”
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik  (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.
G.      Penilaian Hasil Dan Proses Pembelajaran
Penilaian  proses  pembelajaran  menggunakan  pendekatan penilaian  otentik (authentic  assesment)yang menilai  kesiapan  siswa,  proses, dan  hasil  belajar Secara  utuh.  Keterpaduan  penilaian  ketiga  komponen  tersebut  akan Menggambarkan  kapasitas,  gaya, dan  perolehan  belajar  siswa  atau  bahkan Mampu menghasilkan  dampak  instruksional  (instructional effect) dan dampak Pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.  Hasil  penilaian otentik  dapat  digunakan oleh  guru  untuk  merencanakan Program  perbaikan  (remedial),  pengayaan  (enrichment),  atau  pelayanan Konseling. Selain  itu,   hasil penilaian otentik  dapat  digunakansebagai bahan Untuk memperbaiki  proses  pembelajaran  sesuai  dengan  standar  penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran Dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.
H.      Pengawasan Proses Pembelajaran
Pengawasan  proses  pembelajaran  dilakukan  melalui  kegiatan  pemantauan, Supervisi,  evaluasi,  pelaporan,  serta  tindak  lanjut  secara  berkala  dan Berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan Pendidikan dan pengawas.
1.         Prinsip pengawasan
Pengawasan  dilakukan  dengan  prinsip  objektif  dan  transparan  guna Peningkatan  mutu  secara  berkelanjutan  dan  menetapkan  peringkat Akreditasi. 
2.         Sistem pengawasan 
Sistem  pengawasan  internal  dilakukan  oleh  kepala  sekolah,    pengawas, Dinas pendidikan dan lembaga penjaminan mutu pendidikan.  Kepala sekolah, pengawas dan lembaga penjaminan mutu pendidikan Melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.Kepala  sekolah  dan  pengawas  melakukan  pengawasan  dalam  bentuk Supervisi akademik dan supervisi manajerial. Pengawasan  yang  dilakukan  lembaga  penjaminan  mutu  pendidikan Diwujudkan dalam bentuk evaluasi diri sekolah. 
3.         Proses pengawasan
a.         Pemantauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, Pelaksanaan,  dan  penilaian  hasil  pembelajaran.  Pemantauan Dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, Pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
b.        Supervisi
Supervisi  proses  pembelajaran  dilakukan  pada  tahap  perencanaan, Pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau pelatihan. 
c.         Pelaporan
Hasil kegiatan  pemantauan,  supervisi,  dan  evaluasi  proses Pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak Lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
d.        Tindak lanjut  
1)        penguatan  dan  penghargaan  kepada  guru  yang  menunjukkan Kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; dan
2)        Pemberian  kesempatan  kepada  guru  untuk  mengikuti  program Pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Manajemen kelas adalah  kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efesien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa.
Tujuan manajemen kelas yaitu: 1) mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, 2) menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran, 3) menyediakan dan mengatur fasilitas, 4) membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang. Sedangkan ruang lingkup manajemen kelas meliputi: 1) manajemen kurikulum, 2) manajemen peserta didik, 3) kegiatan akademik, 4) kegiatan administrative.
Perencanaan pembelajaran menurut kurikulum 2013yaitu: 1) desain pembelajaran, a) silabus, b) RPP dan, c) prinsip penyusunan rpp. Sedangkan persyaratan pengolahan kelas pelaksanaan proses pembelajaran: 1) Guru  menyesuaikan  pengaturan tempat  duduk, 2) guru menyesuaikan volume  dan  intonasi, 3) guru  wajib  menggunakan  kata-kata santun, 4) guru  menyesuaikan  materi dengan  kecepatan, 5) guru  menciptakan  ketertiban, 6) guru memberikan penguata, 7) guru memberikan dorong  dan  menghargai  peserta.
Pelaksanaan pembelajaran melalui Pendekatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 yaitu 1) Pemebelajaran Tematik, dan 2) Pendekaan Scientific. Sedangkan pengawasan proses pembelajaran meliputi: 1) Prinsip pengawasan, 2) Sistem pengawasan, 3) Proses pengawasan.

B.     Saran

Dalam pelaksanaan manajemen kelas dalam kurikulum 2013 tentunya banyak cara atau pendekatan yang dilakukan. Untuk itu, sebagai seorang guru harus pandai-pandai dalam melaksanakan pendekatan yang ada agar sesuai dengan situasi dan kondisi. Di samping itu juga harus memahami betul mengenai kurikulum 2013.

1 komentar: