BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kelas merupakan
tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan latar belakang, karakter,
kepribadian, tingkah laku, dan emosi yang berberda-beda.
Pengelolaan kelas
atau manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi berkaitan
dengan berbagai faktor. Masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk
menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian mungkin sehingga proses
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya
tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2013. Dimana manajemen kelas dilakukan
tidak lain untuk meningkatkan dan mempertahankan semangat siswa balam belajar
baik secara kelompok maupun secara individu.
B.
Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen kelas?
2. Sebutkan tujuan dan ruang lingkup dari manajemen kelas!
3. Bagaimanakah
Perencanaan Pembelajaran menurut Kurikulum 2013?
4.
Persyaratan apa sajakah dalam pengolahan
kelas?
5.
Bagaimanakah
pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum 2013?
6. Bagaimana
Penilaian hasil dan proses pembelajaran serta pengawasan proses pembelajaran?
C.
Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen kelas.
2. Mengetahui tujuan dan ruang lingkup dari manajemen kelas.
3. Mengetahui
Perencanaan Pembelajaran menurut Kurikulum 2013.
7.
Mengetahui persyaratan dalam pengolahan kelas.
4.
Mengetahui
pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum 2013.
5. MengetahuiPenilaian
hasil dan proses pembelajaran serta pengawasan proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Kelas Menurut Beberapa Ahli:
Manajemen kelas adalah merupakan
keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis
dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasan kelas terhadap aspek-aspek yang
perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah: sifat kelas, pendorong
kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif Johson dan Bany, (1970).
Manajemen kelas merupakan serangkaian
perilaku guru dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang
memungkinkan peserta didik mencapai tujuan belajr mencapai tujuan belajar
secara efesien atau memungkinkan pesrta didik belajar dengan baik. Adnan
Sulaeman(2009)
Manajemen kelas adalah mengacu pada
penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas
tersebut dapat belajar dengan efektif Adnan sulaeman, (2009) Manajemen
kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar
mengajar yang efektif yang menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk
belajar dengan baik sesuai kemampuan. Ahmad Sulaiman, (1995)
Sedangkan Manajemen kelas merupakan
keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran kondusif dan
mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran (Muliyasa,2006).
Dari beberapa pendapatdiatas dapat disimpulkan bahwa
Manajemen kelas adalah kemampuan guru
atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan
yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif
dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara
efesien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum
dan perkembangan siswa.
B. Tujuan Menejemen Kelas
1.
Mewujudkan situasi dan
kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar,
yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin.
2.
Menghilangkan berbagai
hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.
Menyediakan dan mengatur
fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar
sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional dan intelek siswa dalam
belajar.
4.
Membina dan membimbing
siswa sesuai dengan latar belakang social,ekonomi,budaya,serta sifat-sifat
individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).
Tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan lingkungan
belajar yang nyaman, menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan
kkdengan tenang, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya
semaksimal mungkin dan membentuk prilaku berbudaya dan berakhlak mulia.
C. Ruang
Lingkup Manajemen Kelas
1.
Manajemen kurikulum
Kurikulum
adalah suatu cakupan kerja yang dugunakan oleh seorang guru sebagai pedoman
yang akan dicapai didalam proses belajar mengajar. Jadi manajemen
kurikulumadalah sebuah perencanaan atau pengarahan untuk
menyelesaikan kurukulum tersebut.
2.
Manajemen peserta didik
Peserta
didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang tersedia baik dari jalur jenjang dan jenis
pendidikan tertentu. Jadi, manajemen peserta didik adalah suatu proses kegiatan
yang rencanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu
terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan)
agar dapat mengikuti PBM dengan efektif dan efesien , UUSPN (2003 )
3.
Kegiatan akademik
dikategorikan sebagai kegiatan PBM (teaching), diantaranya membuat persiapan
sebelum mengajar, melaksanakan pengajaran yang telah dipersiapkan, damn menilai
sejauh mana pelajaran yang sudah disajikan itu berhasil dan dikuasai peserta
didik.
4.
Kegiatan administratif
dikategorikan sebagai kiegiatan "non teaching" sebagai
kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan guru bagi kelancaran mengajarnya
seperti kegiatan-kegiatan procedural, dan kegiatan organisasional.
Manajemen kelas memiliki ruang lingkup yang dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
1.
Fisik, pengelolaan kelas
yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik mencakup pengaturan siswa
dalam belajar, ruang belajar, dan perabot kelas.
2.
Non fisik pengelolaan kelas
yang memfokuskan pada aspek interaksi siswa dengan siswa lainnya, siswa dengan
guru dan lingkungan kelas atau sekolahnya sebelum, selama, dan setelah
pembelajaran. Atas dasar ini aspek psikologis, social, dan hubungan
interpersonal perlu diperhatikan. Imam gunawan (2009),
D.
Perencanaan
Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013
1.
Desain
pembelajaran
Perencanaan
pembelajaran dirancang dalam bentuksilabus danrencana pelaksanaan pembelajaran (rpp)
yang mengacu pada
standar isi. Perencanaan
pembelajaran meliputi penyusunan
rencana pelaksanaan
pembelajaran dan penyiapan
media dan sumber
belajar, perangkat penilaian pembelajaran,
dan skenario pembelajaran. Penyusunan silabus dan RPP
disesuaikan pendekatan
pembelajaran yang digunakan.
a.
Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka
pembelajaran untuk setiap bahan
kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
1.
Identitas mata
pelajaran (khusus smp/mts/smplb/paket
bdan sma/ma/smalb/smk/mak/paket c/ paket c kejuruan);
2.
Identitas
sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas
3.
Kompetensi
inti,
Merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi
dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk
suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
4.
Kompetensi
dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang
terkait muatan atau mata pelajaran
5.
Tema
(khusus sd/mi/sdlb/paket a)
6.
Materi
pokok, memuat fakta, konsep, prinsip,
dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam
bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
7.
Pembelajaran,yaitu
kegiatan yang dilakukan
oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi
yang diharapkan
8.
Penilaian, merupakan
proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk menentukan
pencapaian hasil belajar
peserta didik.
9.
Alokasi
waktu sesuai dengan jumlah
jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester atau satu tahun.
10.
Sumber
belajar, dapat berupa
buku, media cetak
dan elektronik, alam sekitar atau
sumber belajar lain yang relevan.
Silabus dikembangkan berdasarkan standar kompetensi
lulusan dan standar isi untuk
satuan pendidikan dasar
dan menengah sesuai dengan
pola pembelajaran pada
setiap tahun ajaran
tertentu.silabus digunakan
sebagai acuan dalam
pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.
b.
Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP)
adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka
untuk satu pertemuan
atau lebih. RPP dikembangkan dari
silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik
dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD).
Setiap pendidik pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun rpp secara
lengkap dan sistematis
agar pembelajaran berlangsung
secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang,
efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.rpp disusun berdasarkankd atau
subtema yang dilaksanakan dalamsatu
kali pertemuan atau lebih. Komponen rpp
terdiri atas:
1)
Identitas
sekolah yaitu nama satuan pendidikan
2)
Identitas
mata pelajaran atau tema/ subtema
3)
Kelas/semester
4)
Materi
pokok
5)
Alokasi waktu
ditentukan sesuai dengan
keperluan untuk pencapaian KD
dan beban belajar dengan
mempertimbangkan jumlah jam pelajaran
yang tersedia dalam
silabus dan kd
yang harus dicapai.
6)
Tujuan pembelajaran
yang dirumuskan berdasarkan
kd, dengan menggunakan kata
kerja operasional yang
dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
7)
Kompetensi
dasar dan indicator pencapaian kompetensi.
8)
Materi
pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam
bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi.
9)
Metode
pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran
agar peserta didik mencapai kd yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan
kd yang akan dicapai.
10)
Media
pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi
pelajaran.
11)
Sumber belajar,
dapat berupa buku,
media cetak dan
elektronik, alam sekitar, atau sumber
belajar lain yang relevan.
12)
Langkah-langkah pembelajaran
dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.
13)
Penilaian
hasil pembelajaran.
c.
Prinsip
Penyusunan RPP
Dalam menyusun
rpp hendaknya memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut.
1)
Perbedaan
individual peserta didikantara lain
kemampuan awal, Tingkat intelektual,
bakat, potensi, minat,
motivasi belajar, Kemampuan
sosial, emosi, gaya
belajar, kebutuhan khusus, Kecepatan belajar,
latar belakang budaya,
norma, nilai, dan/atau Lingkungan peserta didik.
2)
Partisipasi
aktif peserta didik.
3)
Berpusat
pada peserta didik
untuk mendorong semangat belajar,Motivasi, minat,
kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan Kemandirian.
4)
Pengembangan budaya
membaca dan menulisyang
dirancang Untuk
mengembangkan kegemaran membaca,
pemahaman Beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5)
Pemberian
umpan balik dan
tindak lanjutrpp memuat
rancangan Program pemberian umpan
balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.
6)
Penekanan pada keterkaitan dan
keterpaduanantara kd, materi
Pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian
Kompetensi, penilaian, dan
sumber belajar dalam
satu keutuhan Pengalaman belajar.
7)
Mengakomodasi
pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan
lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8)
Penerapan
teknologi informasi dan
komunikasisecara terintegrasi,
Sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.pelaksanaan
pembelajaran
E. Persyaratan Pengolahan Kelas Pelaksanaan
Proses Pembelajaran
Pengelolaan
kelas berdasarkan kurikulum 2013 yaitu :
1.
Guru menyesuaikan
pengaturan tempat duduk
peserta didik seduai dengan
tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
2.
Volume dan
intonasi suara guru
dalam proses pembelajaran
harus dapat didengar dengan baik
oleh peserta didik.
3.
Guru wajib
menggunakan kata-kata santun, lugas
dan mudah Dimengerti oleh peserta didik.
4.
Guru menyesuaikan
materi pelajaran dengan
kecepatan dan Kemampuan belajar peserta didik.
5.
Guru menciptakan
ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan,
dan Keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
6.
Guru
memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan Hasil belajar peserta didik selama proses
pembelajaran berlangsung.
7.
Guru mendorong
dan menghargai peserta
didik untuk bertanya
dan Mengemukakan
pendapat.
8.
Guru
berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
9.
Pada tiap
awal semester, guru
menjelaskan kepada peserta
didik Silabus mata pelajaran;
dan
10.
Guru memulai
dan mengakhiri proses
pembelajaran sesuai dengan Waktu yang dijadwalkan. .
F. Pelaksanaan
Pembelajaran
1.
Pendekatan pembelajaran dalam kurikulum 2013
a)
Pemebelajaran Tematik
Konsep
pembelajaran tematik adalah merupakan pengembangan dari pemikiran dua orang
tokoh pendidikan yakni Jacob tahun 1989 dengan konsep
pembelajaran interdisipliner dan Fogarty pada
tahun 1991 dengan konsep pembelajaran terpadu.
Metode pembelajaran tematik
adalah metode pembelajaran yang memadukan satu pokok bahasan ditinjau dari
berbagai disiplin ilmu yang memiliki keterkaitan satu sama lain dan dikemas
dalam bentuk tema-tema. Dengan pembelajaran terpadu tersebut, guru berperan
memadukan dan menyatukan pemahaman / wawasan siswa terhadap sejumlah materi
tanpa terkotak-kotak dengan label bidang studi tertentu. Dengan meminimalkan
pengotakan antar bidang studi, berarti pengetahuan-sikap-ketrampilan yang
diperoleh dari berbagai bidang studi tidak perlu dikemas dalam
paket-paket yang saling terpisah.
Pembelajaran
tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tama tertentu,
dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai
contoh, tema ”Air” dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, kimia, biologi
dan matematik. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain,
seperti IPS, bahasa, agama dan seni. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan
dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak
pada peserta didik untuk memunculkan dinamika dalam proses pembelajaran. Unit
yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran
yang memfasilitasi peserta didik untuk secara produktif menjawab pertanyaan
yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan pengahayatan
secara alamiah tetang dunia di sekitar mereka. Karakteristik pembelajaran tematik yaitu:
1.
Pembelajaran berpusat pada
peserta didik.
Pembelajaran tematik dikatakan sebagai
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, karena pada dasarnya
pembelajaran tematik merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan
keleluasan pada peserta didik baik secara individu maupun kelompok.Peserta
didik dapat aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip
dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2.
Belajar melalui pengalaman
lansung.
Pada
pembelajaran tematik diprogramkan untuk melibatkan peserta didik secara lansung
pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan peserta didik belajar
dengan melakukan kegiatan secara lansung. Sehingga peserta didik akan memahmi
hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami, bukan
sekadar informasi dari guru. Pendidik lebih banyak bertindak sebagai
fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin
dicapai.Sedangkan peserta didik sebagai actor pencari fakta dan informasi untuk
mengembangkan pengetahuannya.
3.
Lebih memperhatikan proses
dari hasil semata.
Pada
pembelajaran tematik dikembangkan pendekatan discoveri inquiry (penemuan
terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses
pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi.
Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan melibatkan hasrat, minat, dan
kemampuan peserta didik, sehingga dimungkinkan peserta didik termotivasi
untuk belajar terus menerus.
4.
Sarat dengan muatan
keterkaitan.
Pembelajaran
tematik memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau
peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang
terkotak-kotak. Sehingga dimungkinkan peserta didik untuk memahami suatu
fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat
peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang
ada.
b)
Pendekaan Scientific
Pendekatan
ilmiah berarti konep dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan
metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan
pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan
pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang melandasi
penerapan metode ilmiah.
Pengertian
penerapan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran tidak hanya fokus pada bagaimana
mengembangkan kompetensi siswa dalam melakukan observasi atau eksperimen, namun
bagaimana mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir sehingga dapat
mendukung aktivitas kreatif dalam berinovasi atau berkarya. Penerapan
pendekatan saintifik dalam pembelajaran harus memenuhi tiga prinsip
utama; yaitu:
·
Belajar siswa aktif,
dalam hal ini termasuk inquiry-based learning atau
belajar berbasis penelitian, cooperative learning atau
belajar berkelompok, dan belajar berpusat pada siswa.
·
Assessment berarti
pengukuran kemajuan belajar siswa yang dibandingkan dengan target
pencapaian tujuan belajar.
·
Keberagaman mengandung
makna bahwa dalam pendekatan ilmiah mengembangkan pendekatan keragaman.
Pendekatan ini membawa konsekuensi siswa unik, kelompok siswa unik, termasuk
keunikan dari kompetensi, materi, instruktur, pendekatan dan metode mengajar,
serta konteks
Langkah-langkah
pembelajaran scientific meliputi:
G.
Penilaian
Hasil Dan Proses Pembelajaran
Penilaian
proses pembelajaran menggunakan
pendekatan penilaian otentik (authentic assesment)yang menilai kesiapan
siswa, proses, dan hasil
belajar Secara utuh. Keterpaduan
penilaian ketiga komponen
tersebut akan Menggambarkan kapasitas,
gaya, dan perolehan belajar
siswa atau bahkan Mampu menghasilkan dampak
instruksional (instructional
effect) dan dampak Pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. Hasil
penilaian otentik dapat digunakan oleh guru
untuk merencanakan Program perbaikan
(remedial), pengayaan (enrichment),
atau pelayanan Konseling.
Selain itu, hasil penilaian otentik dapat
digunakansebagai bahan Untuk memperbaiki
proses pembelajaran sesuai
dengan standar penilaian Pendidikan. Evaluasi proses
pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran Dengan menggunakan alat:
angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.
H. Pengawasan
Proses Pembelajaran
Pengawasan proses
pembelajaran dilakukan melalui
kegiatan pemantauan, Supervisi, evaluasi,
pelaporan, serta tindak
lanjut secara berkala
dan Berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala
satuan Pendidikan dan pengawas.
1.
Prinsip
pengawasan
Pengawasan
dilakukan dengan prinsip
objektif dan transparan
guna Peningkatan mutu secara
berkelanjutan dan menetapkan
peringkat Akreditasi.
2.
Sistem
pengawasan
Sistem pengawasan
internal dilakukan oleh
kepala sekolah, pengawas, Dinas pendidikan dan lembaga
penjaminan mutu pendidikan. Kepala
sekolah, pengawas dan lembaga penjaminan mutu pendidikan Melakukan pengawasan
dalam rangka peningkatan mutu.Kepala
sekolah dan pengawas
melakukan pengawasan dalam
bentuk Supervisi akademik dan supervisi manajerial. Pengawasan yang
dilakukan lembaga penjaminan
mutu pendidikan Diwujudkan dalam
bentuk evaluasi diri sekolah.
3.
Proses
pengawasan
a.
Pemantauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap
perencanaan, Pelaksanaan, dan penilaian
hasil pembelajaran. Pemantauan Dilakukan melalui antara lain,
diskusi kelompok terfokus, pengamatan, Pencatatan, perekaman, wawancara, dan
dokumentasi.
b.
Supervisi
Supervisi
proses pembelajaran dilakukan
pada tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan penilaian hasil
pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh, diskusi,
konsultasi, atau pelatihan.
c.
Pelaporan
Hasil kegiatan
pemantauan, supervisi, dan
evaluasi proses Pembelajaran
disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak Lanjut pengembangan
keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
d.
Tindak
lanjut
1)
penguatan dan
penghargaan kepada guru
yang menunjukkan Kinerja yang
memenuhi atau melampaui standar; dan
2)
Pemberian kesempatan
kepada guru untuk
mengikuti program Pengembangan
keprofesionalan berkelanjutan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manajemen
kelas adalah kemampuan guru atau wali
kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang
seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan
terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efesien
untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan
perkembangan siswa.
Tujuan
manajemen kelas yaitu: 1) mewujudkan situasi dan
kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar,
2) menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran, 3) menyediakan dan mengatur fasilitas, 4) membina dan membimbing
siswa sesuai dengan latar belakang. Sedangkan ruang lingkup manajemen kelas meliputi: 1) manajemen kurikulum, 2)
manajemen peserta didik, 3) kegiatan akademik, 4) kegiatan administrative.
Perencanaan pembelajaran menurut kurikulum 2013yaitu: 1) desain pembelajaran, a) silabus, b) RPP
dan, c) prinsip penyusunan rpp. Sedangkan persyaratan pengolahan kelas pelaksanaan proses pembelajaran: 1) Guru menyesuaikan
pengaturan tempat duduk, 2) guru
menyesuaikan volume dan intonasi, 3) guru wajib
menggunakan kata-kata santun, 4) guru menyesuaikan
materi dengan kecepatan, 5) guru menciptakan
ketertiban, 6) guru memberikan penguata, 7) guru memberikan dorong dan
menghargai peserta.
Pelaksanaan
pembelajaran melalui Pendekatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 yaitu 1) Pemebelajaran
Tematik, dan 2) Pendekaan Scientific. Sedangkan pengawasan proses pembelajaran meliputi: 1) Prinsip pengawasan, 2) Sistem pengawasan, 3) Proses
pengawasan.
B.
Saran
Dalam
pelaksanaan manajemen kelas dalam kurikulum 2013 tentunya banyak cara atau
pendekatan yang dilakukan. Untuk itu, sebagai seorang guru harus pandai-pandai
dalam melaksanakan pendekatan yang ada agar sesuai dengan situasi dan kondisi.
Di samping itu juga harus memahami betul mengenai kurikulum 2013.
Daftar Pustakanya mas?
BalasHapus