jadi waktu itu pak cham nyuruh bikin video simulasi jadi guru BK.
yang jadi talent sulis , anak smp al kahfi njuk aku jadi gurunya .. hhe
sebelum bikin video, bikin dulu skenarionya ..
SINOPSIS
Sri
adalah seorang anak yang hidup dalam lingkungan keluarga yang sederhana. Semenjak
usia 3 tahun , ia sudah ditinggal ibunya meninggal. Dan kini ia hidup dengan
ibu tirinya yang bernama Ibu Datun. Ayahnya berprofesi sebagai buruh di sawah
dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Untuk menunjang ekonomi keluarga,
Sri terpaksa harus berjualan manisan yang dibuat oleh ibunya. Setiap pagi Sri
datang ke Sekolah dengan menenteng termos es yang akan dijual pada teman –
temannya.
Kehidupan
Sri sangatlah berbeda dari kehidupan anak usia SD pada umumnya. Disaat teman-
temannya asyik menikmati masa kecilnya, ia harus merasakan pahitnya kehidupan.
Ibu tirinya tidak menyayangi Sri dengan sepenuh hati. Terkadang ia datang ke
sekolah dengan wajah lebam dan menangis. Saat ditanya teman – temannya, ia
mengaku kalau ia baru saja dipukul oleh ibunya.
Kehidupan
Sri yang seperti itu sangat berdampak pada prestasi akademik dan pergaulannya.
Di kelas, Sri sangat lambat dalam menerima pelajaran maka tidak heran kalau ia
tergolong penghuni peringkat 3 terbawah. Dalam bergaul pun, Sri lebih sering
terlihat sendirian dan jarang bergaul dengan teman – temannya. Tidak jarang
saat jam pelajaran Sri murung dan tidak memperhatiakan guru yang sedang
mengajar.
Melihat
kondisi Sri yang demikian, Ibu Diah yang bertugas sebagai guru BK di SD tempat
Sri bersekolah, yaitu SD 4 Karangsari, merasa bertanggungjawab untuk ikut andil
membantu penyelesaian masalah Sri. Ia berinisiatif untuk melakukan pendekatan
pada Sri, mengajak berkomunikasi dan mencoba memberikan nasihat dan motivasi
agar Sri semangat bersekolah dan bisa berinteraksi baik dengan teman -
temannya. Membenahi mental Sri juga menjadi tujuan utama. Kehidupan yang
demikian tentulah menjadi beban dan menimbulkan tekanan yang akan berdampak
pada kehidupan Sri di masa depan apabila tidak ada kepedulian dari pihak
terkait. Selain berkomunikasi dengan Sri, Bu diah sebagai guru BK juga akan
memanggil orang tua Sri untuk memberikan nasihat agar lebih baik dalam memperlakukan
Sri, memberikan kasih sayang yang tulus seperti anak kandungnya sendiri.
Pelaku
:
1. Sofie
sebagai Sri
2. Diah
sebagai Bu guru BK
3. Chusnul
Fadilla sebagai Bu Datun (ibunda Sri)
DIALOG
Take 1
Setting
: jalan menuju sekolah, Sri, pagi hari
Sri berjalan berangkat
sekolah dengan menenteng termos yang berisi manisan. Ia berjalan sambil
menangis dan sesekali memegangi pipinya yang lebam
Take 2
Setting
: kelas, pelaku, pagi hari
Sri sampai ke kelas,
dengan masih menangis dan wajah yang lebam, ia hanya tertidur lesu di atas
meja. Teman – temannya hanya bisa memandang dengan penuh belas kasihan tanpa
berani bertanya penyebab ia menangis. Saat itu Bu Diah kebetulan sedang lewat
depan kelas Sri dan melihat kondisi Sri yang seperti itu.
Take 3
Setting
: kelas, Sri, Bu Diah, pagi hari
Bu Diah datang
menghampiri Sri yang sedang menangis di dalam kelas.
Bu Diah : Assalamualaikum...Selamat pagi
Sri...
Sri : Walaikumsallam..., eh ada Bu
Diah..
(Sri
kaget tiba – tiba Bu Diah sudah disampingnya. Ia buru – buru mengusap air mata
dan berdiri tegak menghadap Bu Diah. Seolah – olah ia sedang tidak ada apa –
apa.)
Bu Diah : Kenapa pagi – pagi kamu menangis
Sri?
Sri : Sri tidak apa-apa kok Bu
Guru. Siapa yang menangis ?
(Sambil
mengusap air matanya dan mencoba meyakinkan Bu Diah kalau dia tidak apa - apa)
Bu Diah : Sudah , jangan bohong sama Ibu. Ibu
tahu kalau kamu habis menangis Sri. Ayo coba ceritakan sama ibu kenapa kamu
menangis? (sambil mengelus – elus rambut Sri)
Sri : Itu anu bu... (berbicara
terbata – bata dengan muka setengah menangis )
Bu Diah : Coba pelan – pelan ceritakan sama
ibu apa masalahmu nak
Sri : Saya tadi di pukul sama
ibu bu... (bercerita dengan menangis)
Bu Diah :
Kenapa kamu di pukul nak ?
Sri : Saya bangun kesiangan dan
lupa tidak mencuci piring. Lalu ibu marah dan memukul pipi saya...(menangis dan
memegang pipinya)
Take 4
Setting
: kelas, Sri, Bu Diah, pagi hari
Bu Diah : (Mendekati Sri dan memeluknya dan
sesekali melihat luka lebam di wajah Sri)
Sudah, jangan menangis
nak. Anak cantik tidak boleh menangis.
Sudah, lupakan dan
maafkan ibumu.
Mungkin ibumu tidak
sengaja melakukan hal itu..
Ibumu tentu sangat
menyayangimu. Ia tidak ingin kamu tumbuh menjadi anak malas yang kalau bangun
selalu kesiangan...
Sri : apakah benar begitu bu?
Bu diah : iya, tentu saja anak manis..
Sudah, jangan menangis lagi yaa..
Sri : iya bu guru...
Take 5
Setting : Bu Diah, Sri, Beberapa jam kemudian
setelah selesai jam pelajaran sekolah.
Bu diah : Sri, boleh ibu
menitipkan surat ini untuk ibumu?
Sri : iya bu,
nanti saya berikan ibu.
Bu diah : terimakasih
Sri..
Sri : sama sama
bu..
Sri pulang dulu ya buuu...(sambil mencium
tangan bu Diah)
Bu Diah : iya Sri, hati –
hati di jalan yaa...
Take 6
Beberapa hari kemudian
Setting : Ruang BK, Bu Diah, Bu Datun
Bu Diah sedang menulis di meja kerjanya
Bu Datun : Assalamualaikum.. (sambil mengetuk
pintu)
Bu Diah : Walaikumsallam bu...
Monggo monggo
silahkan masuk bu datun..
(sambil beranjak
dari mejanya dan berjalan menghampiri Bu Datun dan mengajaknya duduk)
Bu Diah : sendirian saja bu?
Bu Datun : iya bu..
Maaf bu, ada keperluan
apa ya mengundang saya kemari ?
Bu Diah : Begini bu, saya hanya ingin
membicarakan masalah Sri.
Bu Datun : (terkejut dan merasa penasaran)
Sri ? kenapa dengan Sri
bu?
Apakah da memuat ulah di
sekolah ? (mulai jengkel)
Bu Diah :Tidak bu, tenang saja..
Begini bu, kemarin
pagi saya mendapati Sri tengah menangis di kelasnya. Setelah saya tanya, dia
menjawab kalo baru saja dimarahi dan dipukul oleh ibu. Apakah benar demikian bu
?
Bu Datun : ii..iya bu.. (menjawab terbata – bata
sambil tertunduk malu)
Bu Diah : Mohon maaf, kalau boleh tau Kenapa
ibu melakukan hal itu?
Bu Datun : Saya emosi bu..Waktu itu Sri bangun
kesiangan dan lupa mengerjakan tugasnya mencuci piring...Saya khilaf hingga
memukul wajahnya...
Tapi sungguh saya
menyesal dengan hal itu bu..
Saya hanya ingin
Sri berlatih menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab bu..
Bu Diah : Mohon maaf bu..
Tujuan ibu memang
baik, ingin mendidik Sri menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab, namun cara
yang ibu lakukan itu salah. Perlakuan ibu yang demikian itu bukannya mendidik,
namun malah menyakiti Sri...
Bu Datun : iya bu..(tertunduk malu)
Bu Diah : Jika hal ini terus – terusan
terjadi, maka hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan kepribadan
Sri...
Bu Datun : Iyaa bu..saya sangat menyesal telah
melakukan hal itu..(semakin tertunduk malu)
Insyaaloh saya
tidak akan melakukan hal itu lagi bu..
Saya sungguh menyesal
telah menyakiti Sri..
Bu Diah : Ya sudah bu..yang lalu biarlah
berlalu..
Yang penting
sekarang ibu sudah menyadari keslahan ibu dan berjanji untuk tidak melakukan
hal itu lagi..
Bu Datun : Iya bu..Saya mohoooon maaf telah
melakukan hal itu..
Bu Diah : Minta Maaflah sama Sri bu. Saya
hanya melakukan tugas saya..
Bu Datun : iya bu...baik..
Kalo begitu saya permisi dulu bu..
Mohon maaf telah merepotkan ibu..
Terimakasih ibu sudah membantu.. (bangkit
dari kursi dan menjabat tangan bu Diah)
Bu Diah : Sama sama bu... (Menjabat tangan bu
datun)
Bu datun keluar
dari ruangan bu diah.
Di luar ruangan b
dtun bertemu dengan Sri.
Ia tidak mengucap
apa – apa namun langsung memeluk Sri dengan erat – erat.
Bu Diah yang
melihat itu dari kejauhan hanya tersenyum senang..
Happy ending J
dan ini videonyaa ..
Ini kru2 nya ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar