Rabu, 11 Juni 2014

Simulasi BK

Mau share sedikit tentang tugas simulasi bimbingan konseling waktu semester 3
jadi waktu itu pak cham nyuruh bikin video simulasi jadi guru BK.
yang jadi talent sulis , anak smp al kahfi njuk aku jadi gurunya .. hhe
sebelum bikin video, bikin dulu skenarionya ..

SINOPSIS
Sri adalah seorang anak yang hidup dalam lingkungan keluarga yang sederhana. Semenjak usia 3 tahun , ia sudah ditinggal ibunya meninggal. Dan kini ia hidup dengan ibu tirinya yang bernama Ibu Datun. Ayahnya berprofesi sebagai buruh di sawah dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Untuk menunjang ekonomi keluarga, Sri terpaksa harus berjualan manisan yang dibuat oleh ibunya. Setiap pagi Sri datang ke Sekolah dengan menenteng termos es yang akan dijual pada teman – temannya.
Kehidupan Sri sangatlah berbeda dari kehidupan anak usia SD pada umumnya. Disaat teman- temannya asyik menikmati masa kecilnya, ia harus merasakan pahitnya kehidupan. Ibu tirinya tidak menyayangi Sri dengan sepenuh hati. Terkadang ia datang ke sekolah dengan wajah lebam dan menangis. Saat ditanya teman – temannya, ia mengaku kalau ia baru saja dipukul oleh ibunya.
Kehidupan Sri yang seperti itu sangat berdampak pada prestasi akademik dan pergaulannya. Di kelas, Sri sangat lambat dalam menerima pelajaran maka tidak heran kalau ia tergolong penghuni peringkat 3 terbawah. Dalam bergaul pun, Sri lebih sering terlihat sendirian dan jarang bergaul dengan teman – temannya. Tidak jarang saat jam pelajaran Sri murung dan tidak memperhatiakan guru yang sedang mengajar.
Melihat kondisi Sri yang demikian, Ibu Diah yang bertugas sebagai guru BK di SD tempat Sri bersekolah, yaitu SD 4 Karangsari, merasa bertanggungjawab untuk ikut andil membantu penyelesaian masalah Sri. Ia berinisiatif untuk melakukan pendekatan pada Sri, mengajak berkomunikasi dan mencoba memberikan nasihat dan motivasi agar Sri semangat bersekolah dan bisa berinteraksi baik dengan teman - temannya. Membenahi mental Sri juga menjadi tujuan utama. Kehidupan yang demikian tentulah menjadi beban dan menimbulkan tekanan yang akan berdampak pada kehidupan Sri di masa depan apabila tidak ada kepedulian dari pihak terkait. Selain berkomunikasi dengan Sri, Bu diah sebagai guru BK juga akan memanggil orang tua Sri untuk memberikan nasihat agar lebih baik dalam memperlakukan Sri, memberikan kasih sayang yang tulus seperti anak kandungnya sendiri.

Pelaku :
1.      Sofie sebagai Sri
2.      Diah sebagai Bu guru BK
3.      Chusnul Fadilla sebagai Bu Datun (ibunda Sri)
DIALOG
Take 1
Setting : jalan menuju sekolah, Sri, pagi hari
Sri berjalan berangkat sekolah dengan menenteng termos yang berisi manisan. Ia berjalan sambil menangis dan sesekali memegangi pipinya yang lebam
Take 2
Setting : kelas, pelaku, pagi hari
Sri sampai ke kelas, dengan masih menangis dan wajah yang lebam, ia hanya tertidur lesu di atas meja. Teman – temannya hanya bisa memandang dengan penuh belas kasihan tanpa berani bertanya penyebab ia menangis. Saat itu Bu Diah kebetulan sedang lewat depan kelas Sri dan melihat kondisi Sri yang seperti itu.
Take 3
Setting : kelas, Sri, Bu Diah, pagi hari
Bu Diah datang menghampiri Sri yang sedang menangis di dalam kelas.
Bu Diah           : Assalamualaikum...Selamat pagi Sri...
Sri                    : Walaikumsallam..., eh ada Bu Diah..
(Sri kaget tiba – tiba Bu Diah sudah disampingnya. Ia buru – buru mengusap air mata dan berdiri tegak menghadap Bu Diah. Seolah – olah ia sedang tidak ada apa – apa.)
Bu Diah           : Kenapa pagi – pagi kamu menangis Sri?
Sri                    : Sri tidak apa-apa kok Bu Guru. Siapa yang menangis ?
(Sambil mengusap air matanya dan mencoba meyakinkan Bu Diah kalau dia tidak apa - apa)
Bu Diah           : Sudah , jangan bohong sama Ibu. Ibu tahu kalau kamu habis menangis Sri. Ayo coba ceritakan sama ibu kenapa kamu menangis? (sambil mengelus – elus rambut Sri)
Sri                    : Itu anu bu... (berbicara terbata – bata dengan muka setengah menangis )
Bu Diah           : Coba pelan – pelan ceritakan sama ibu apa masalahmu nak
Sri                    : Saya tadi di pukul sama ibu bu... (bercerita dengan menangis)
 Bu Diah          : Kenapa kamu di pukul nak ?
Sri                    : Saya bangun kesiangan dan lupa tidak mencuci piring. Lalu ibu marah dan memukul pipi saya...(menangis dan memegang pipinya)
Take 4
Setting : kelas, Sri, Bu Diah, pagi hari
Bu Diah           : (Mendekati Sri dan memeluknya dan sesekali melihat luka lebam di wajah Sri)
Sudah, jangan menangis nak. Anak cantik tidak boleh menangis.
Sudah, lupakan dan maafkan ibumu.
Mungkin ibumu tidak sengaja melakukan hal itu..
Ibumu tentu sangat menyayangimu. Ia tidak ingin kamu tumbuh menjadi anak malas yang kalau bangun selalu kesiangan...
Sri                    : apakah benar begitu bu?
Bu diah           : iya, tentu saja anak manis..
  Sudah, jangan menangis lagi yaa..
Sri                    : iya bu guru...
Take 5
Setting : Bu Diah, Sri, Beberapa jam kemudian setelah selesai jam pelajaran sekolah.
Bu diah           : Sri, boleh ibu menitipkan surat ini untuk ibumu?
Sri                    : iya bu, nanti saya berikan ibu.
Bu diah           : terimakasih Sri..
Sri                    : sama sama bu..
Sri pulang dulu ya buuu...(sambil mencium tangan bu Diah)
Bu Diah           : iya Sri, hati – hati di jalan yaa...
Take 6
Beberapa hari kemudian
Setting : Ruang BK, Bu Diah, Bu Datun
Bu Diah sedang menulis di meja kerjanya
Bu Datun        : Assalamualaikum.. (sambil mengetuk pintu)
Bu Diah           : Walaikumsallam bu...
Monggo monggo silahkan masuk bu datun..
(sambil beranjak dari mejanya dan berjalan menghampiri Bu Datun dan mengajaknya duduk)
Bu Diah           : sendirian saja bu?
Bu Datun        : iya bu..
                        Maaf bu, ada keperluan apa ya mengundang saya kemari ?
Bu Diah           : Begini bu, saya hanya ingin membicarakan masalah Sri.
Bu Datun        : (terkejut dan merasa penasaran)
                        Sri ? kenapa dengan Sri bu?
                        Apakah da memuat ulah di sekolah ? (mulai jengkel)
Bu Diah           :Tidak bu, tenang saja..
Begini bu, kemarin pagi saya mendapati Sri tengah menangis di kelasnya. Setelah saya tanya, dia menjawab kalo baru saja dimarahi dan dipukul oleh ibu. Apakah benar demikian bu ?
Bu Datun        : ii..iya bu.. (menjawab terbata – bata sambil tertunduk malu)
Bu Diah           : Mohon maaf, kalau boleh tau Kenapa ibu melakukan hal itu?
Bu Datun        : Saya emosi bu..Waktu itu Sri bangun kesiangan dan lupa mengerjakan tugasnya mencuci piring...Saya khilaf hingga memukul wajahnya...
Tapi sungguh saya menyesal dengan hal itu bu..
Saya hanya ingin Sri berlatih menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab bu..
Bu Diah           : Mohon maaf bu..
Tujuan ibu memang baik, ingin mendidik Sri menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab, namun cara yang ibu lakukan itu salah. Perlakuan ibu yang demikian itu bukannya mendidik, namun malah menyakiti Sri...
Bu Datun        : iya bu..(tertunduk malu)
Bu Diah           : Jika hal ini terus – terusan terjadi, maka hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan kepribadan Sri...
Bu Datun        : Iyaa bu..saya sangat menyesal telah melakukan hal itu..(semakin tertunduk malu)
Insyaaloh saya tidak akan melakukan hal itu lagi bu..
Saya sungguh menyesal telah menyakiti Sri..
Bu Diah           : Ya sudah bu..yang lalu biarlah berlalu..
Yang penting sekarang ibu sudah menyadari keslahan ibu dan berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi..
Bu Datun        : Iya bu..Saya mohoooon maaf telah melakukan hal itu..
Bu Diah           : Minta Maaflah sama Sri bu. Saya hanya melakukan tugas saya..
Bu Datun        : iya bu...baik..
Kalo begitu saya permisi dulu bu..
Mohon maaf telah merepotkan ibu..
Terimakasih ibu sudah membantu.. (bangkit dari kursi dan menjabat tangan bu Diah)
Bu Diah           : Sama sama bu... (Menjabat tangan bu datun)
Bu datun keluar dari ruangan bu diah.
Di luar ruangan b dtun bertemu dengan Sri.
Ia tidak mengucap apa – apa namun langsung memeluk Sri dengan erat – erat.
Bu Diah yang melihat itu dari kejauhan hanya tersenyum senang..

Happy ending J

dan ini videonyaa ..
Ini kru2 nya ..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar