Jumat, 20 Juni 2014

Review Analisis SWOT (MBS)

Tugas review di akhir semester 4 sebagai pengganti UK3 ...
ANALISIS SWOT
A.    Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. Analisas SWOT pertama kali dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan dimana analisis SWOT merupakan sebuah gambaran mengenai situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. SWOT adalah singkatan dari :
1.      Strenghts (Kekuatan)
Strenghts (kekuatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. Contohnya jumlah anggota yang lebih dari cukup (kuantitatif) atau pengalaman anggota dalam beberapa kegiatan (kualitatif).
2.      Weaknesses (Kelemahan)
Weaknesses (kelemahan) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi. Contohnya adalah kurang terbinanya komunikasi antar anggota atau jaringan yang telah terbangun tidak dimaksimalkan oleh seluruh anggota.
3.      Opportunity (Kesempatan)
Opportunity adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi atau program untuk memanfaatkannya. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4.      Threat (Tantangan/Ancaman)
Threat atau ancaman adalah faktor negative dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi atau program.
B.       Jenis-jenis Analisis SWOT
1.      Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian.
2.      Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif. Namun, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain.
C.    Peran Analisis SWOT dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan.
Penafsiran kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan melalui survey, kelompok-kelompok fokus, wawancara dengan murid dan alumni, dan sumber-sumber lain yang dapat dipercaya. Begitu kelemahan dan kekuatan tergambar, maka akan memungkinkan untuk mengkonfirmasi item-item  tersebut.  Gambaran eksternal bersifat komplementer terhadap self-study internal di dalam analisis SWOT.
D.    Kaitan Analis SWOT dengan Visi dan Misi, Tujuan dan Program
Analisis SWOT itu digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan visi, misi, dan tujuan sehingga menjadi program kegiatan yang lebih operasional. Sekolah yang melaksanakan harus membuat rencana pengembangan sekolah. Rencana pengembangan sekolah pada umumnya mencakup perumusan visi, misi, tujuan sekolah dan strategi pelaksanaannya. Sedangkan rencana kerja tahunan sekolah pada umumnya meliputi pengindentifikasian sasaran sekolah (tujuan situasional sekolah), pemilihan fungsi-fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah diidentifikasi, analisis SWOT, langkah-langkah pemecahan persoalan, dan penyusunan rencana dan program kerja tahunan sekolah.
E.     Tahap-tahap Analisis SWOT
Ada empat tahapan utama dalam melakukan analisis SWOT, dalam hal ini adalah untuk lembaga pendidikan, yaitu:
1.         Tahap Observasi
Dalam tahapan ini, pengamat akan mengamati, menemukan, dan memasukkan hal-hal yang merupakan komponen SWOT dalam matriks yang telah dibuat, yang mana merupakan data aktual yang ditemukannya di lapangan, di lembaga pendidikan yang ditelitinya.
2.         Tahap Analisa
Selanjutnya, peneliti akan melakukan mendalami dan menentukan kelompok-kelompok data yang telah didapatnya ke dalam elemen yang tepat.
3.      Tahap Penentuan Kebijakan
Peneliti akan menentukan langkah-langkah kebijakan yang diambil untuk memperbaiki atau memperkuat sistem pendidikan.
4.         Tahap Pembuatan Laporan
Setelah kebijakan telah ditentukan, tugas pengamat atau penganalisa SWOT adalah membuat laporan dari penelitian yang telah dilakukannya. Laporan ini berfungsi sebagai rekaman data secara deskriptif tentang penelitian yang dilakukan.
Hasil analisis SWOT yang telah dirumuskan tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan langkah-langkah untuk ke depannya dalam upaya memaksimalkan kekuatan dan memanfaatkan peluang, serta secara bersamaan berusaha untuk meminimalkan kelemahan dan mengatasi ancaman.
F.     Contoh Analisis SWOT dalam Lembaga Pendidikan
SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan. Tentunya dalam menganalisis SWOT, tidak hanya terjadi di dalam lembaga karang taruna saja, ataupun dalam lembaga usaha lainnya. Tentunya di lembaga pendidikan pun ada. Berikut ini berbagai contoh analisis SWOT dalam lembaga pendidikan, diantaranya:
1.      Kekuatan
a.       Knowledge atau kepakaran yang dimiliki
b.      Lulusan dihasilkan atau pelayanan yang unik
c.       Lokasi tempat lembaga pendidikan berada
d.      Kualitas lulusan atau proses
2.      Kelemahan
a.       Kurangnya pengetahuan sosialisasi lembaga pendidikan
b.      Lulusan yang tidak dapat dibedakan dengan lulusan lembaga pendidikan / lembaga pendidikan lain
c.       Lokasi lembaga pendidikan  yang terpencil
d.      Kualitas lulusan yang jelek
e.       Reputasi yang buruk
3.      Peluang
a.       Lembaga yang terus berkembang dan pendidikan merupakan kebutuhan bagi masyarakat
b.      Adanya pendidikan berbasis internasional
c.       Peluang karena lembaga pendidikan  yang tidak sanggup memenuhi permintaan masyarakat
4.      Ancaman
a.       Adanya lembaga pendidikan Islam baru di area yang sama
b.      Persaingan harga dengan lembaga pendidikan lain.
c.       Lembaga pendidikan lain mengeluarkan lulusan baru yang inovatif
d.      Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar terbesar



Komentar :
Materi yang dipresentasikan oleh kelompok 4 mengenai analisis SWOT sudah lengkap. Presentasi yang terdiri dari kurang lebih 30 slide itu sudah memberikan informasi yang menyeluruh tentang SWOT.  Presentasi tidak hanya disajikan dalam bentuk kalimat saja namun juga ada bagan yang ditampilkan sehingga audience  mudah memahami maksud dari presentator. Penyajian presentasi yang tidak monoton menggunakan kalimat membuat slide yang ditampilkan lebih menarik dan tidak membosankan. Selain itu , audience juga lebih memahami materi presentasi  yang disampaikan.
Namun yang menjadi koreksi saya adalah pada jalannya presentasi yang tidak kondusif. Tidak semua audience mendengarkan presentasi dengan baik. Ada yang sibuk dengan urusannya sendiri dan ada pula yang bercanda dengan teman di sebelahnya. Sehingga walaupun materi yang disampaikan sudah lengkap dan slide yang ditampilkan  menarik, namun presentasi yang telah dilaksanakan terkesan biasa-biasa saja karena kurangnya perhatian dari audience. Lancar tidaknya sebuah presentasi yang diikuti dengan diskusi dan tanya jawab sangat bergantung pada pengaturan moderator, mulai dari mengatur waktu presentasi, waktu tanya jawab, serta menarik tidaknya sebuah presentasi. Hal itu perlu diperhatikan agar presentasi dapat dilaksanakan dengan optimal dan untuk menghindari presentasi yang “garing”.
Tips dari saya agar presentasi tidak berjalan dengan flat atau datar-datar saja adalah membubuhkan kalimat-kalimat humor pada saat presentasi berlangsung sehingga dapat lebih menarik perhatian audien. Selain itu, di tengah – tengah presentasi , presentator dapat memberikan ice breaking berupa lagu – lagu atau gerakan senam kecil sehingga audience kembali bersemangat mendengarkan presentasi. Umumnya, penyampai materi atau pengajar yang humoris lebih diingat sebagai pengajar yang hidup dan diidolakan. Tentu ini bukan harga mati, tapi ada baiknya juga untuk diperhatikan. Memang butuh latihan untuk dapat menjadi humoris.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar